Sabtu, 26 Juli 2014

Aku Tak Sedang Menangis

Aku Tak Sedang MenangisBergumam. . .
" Ah, mengapa hanya gerimis yang menyapa, sepertinya hujan enggan menjamah bumi "
Langkah tetap ku ayun,
Jalan tak bertepi ku telusuri,
Pandangku lepas menyulam mendung,
Terhanyut dalam lamunan,
Terkatup dalam kelu.




Dan. . .
Hujan mengguyur menyambut harapku.
Tanpa kuasa,
Sungguh tubuh ini bergetar hebat,
Merinding menahan pilu yang kian membiru,
Begitu dahsyat bahu ini tergoncang.
Terpekik dalam luka yang menganga,
Tangisku menderu berpacu dengan rintikmu

Benar. . .
Hujan ini yang ku nanti,
Hujan ini yang ku ingini.
Memang. . .
Aku terlalu sombong,
Aku mahir berbohong,
Namun. . .
Bukan karena aku meremehkan keberadaanMu,
Bukan karena aku menyepelekan kuasaMu
Bukan pula ku ingn meniadakanMu
Sejatinya memang. . .
Aku seorang yang rapuh,
Aku seorang yang cengeng,

Dan memang benar. . .
Ku menanti rintikmu
Ku ingin leburkan air mata ini padamu.
Ku ingin sembunyikan air mataku pada rintikmu
Ya, kamu benar. . .
Ku takut mereka tahu akan tangis ini
Nestapaku,
Pedih laraku,
Pilu hampaku,
Ku tak mau mereka tahu.

Hujan. . .
Tetaplah menghujamku,
Iringi air mataku
Katakan pada mereka bahwa ini rintikmu,
Bukan dan bukan,
Ini bukanlah air mataku,
Katakan  bahwa ini sungguh rintik air mu.
Tolong, katakan dengan lantang bahwa aku tak sedang menangis !




Tidak ada komentar:

Posting Komentar